Rabu, 08 Juli 2015

Prinsip atau hanya sekedar kata-kata

Assalamu alaikum blogs.. selama siang ! masih puasa kan? Haha sabar tinggal beberapa jam lagi ko ;D

Kali ini gue akan sharing tentang suatu hal yang sangat mengganggu pikiran gue akhir-akhir ini, ditambah masalah yang terjadi belakangan ini sama gue. But bukan masalah itu yang akan gue ceritakan, ini sesuatu hal yang lain so simak ya..

Menurut gue prinsip itu sangat krusial banget supaya hidup kita lebih terarah dengan sesuatu hal yang sudah kita dipilih. Memilih itu mudah namun istiqomah untuk tetap berada pada jalurnya itu sangat sulit, banyak godaan yang akan berdatangan.

Banyak orang yang awalnya abis putus cinta atau ada masalah dengan yang namanya cinta mikir gini “ah mending gue single aja lebih enak gak kena banyak masalah”, ada juga orang yang memilih single karena belum bisa move on dari yang lalu. Heloooo kalian ini manusia yang berakal dan punya iman buat apa lama-lama menenggelamkan diri untuk hal yang sia-sia seperti itu gak penting tau. Maaf agak sedikit emosi haha. Oke balik lg.

Orang yang sudah memilih untuk single ada aja yang update status di media sosial yang isinya “kata mama jangan pacaran dulu, belajar yang benar dan hafiz Al-Quran”. Oke gue menghargai banget orang yang update status gini. Kemudian pada suatu hari yang cerah gue mendengar info yaitu orang yang pernah update status seperti itu malah jadian sama orang lain. Gue agak shock aja sih orang yang bisa ngumbar kata-kata seperti itu di media sosial pula tapi masih bisa melakukan hal yang berbanding terbalik dengan apa yang dia katakan. Jadi itu prinsipmu atau hanya sekedar kata-kata? Cobalah sejenak kamu renungkan. Kalau kamu bukan orang yang bisa menepati kata-katamu maka janganlah kamu membuat janji itu. Kamu itu seperti menelan ludahmu sendiri, ini hal yang sangat lucu.

Menurut gue prinsip itu seperti sebuah janji, janji untuk kepentingan sendiri atau orang lain itu tergantung dari prinsip yang kalian pilih. Bukankah yang namanya janji itu harus ditepati? Gue pikir kalian pasti berpendapat yang sama. Gue harap untuk kalian yang memillih untuk single cobalah istiqomah dengan apapun yang kalian pilih, kalau kamu tidak bisa maka renungkanlah dan jangan mengumbar kepada siapapun. Biarlah itu jadi rahasia kalian sendiri. Life is like a river, let it flow..

Oke sekian untuk sharing kali ini sampai jumpa lagi.

Selasa, 03 Maret 2015

step by step

Halooo semua, apa kabar? kangen sm gue ya? haha apa lagi nunggu post-an gue selanjutnya? untuk sekarang gue akan menceritakan tentang kenaikan semester, check it out..
Btw yaa sekarang gue udah semester 4 loh, duuh jadi inget kata-kata temen gue ‘kita udah tua ya’. I think it’s no problem because we’re young haha pede banget. Gue sekarang jadi memikirkan mengenai peminatan, pkl dan ditambah lagi kuliah gue satunya. Oke kita bahas satu-satu.

11.     Peminatan. Peminatan alias memilih mata kuliah yang lo suka. Well, gue sekarang masih bingung buat milih apa karena sampe semester sekarang di kampus tercinta masih sistem paket. Gue hanya memikirkan berapa tahun lagi gue akan lulus? kalo setiap semester gak dimaksimalin. Buat kalian yg udah mahasiswa pasti paham kan.. hehe. Sekarang aja gue udah semester 4 Cuma ngambil 20 sks dan setelah gue hitung-hitung total sks yang udah gue ambil 82 sks, sementara dibutuhkan 144 sks yang gue tau yaa.. berarti kalo sampe semester 5 Cuma ngambil 20 berarti baru 100 dan masih butuh banyak. So, di semester 6 gue harus ambil full sedangkan gue lagi memikirkan ingin mengambil kuliah lagi.

22.     Pkl. Gak berasa tahun depan gue udah pkl. Gue liat kaka kelas gue yang udah pkl, sibuuuuk banget. Mereka harus ngurus sana-sini, dimintain judul sama dosen kalo gak dikasih gak bakal dapet dosen pembimbing, dan revisi (ini nih hal yang harus sabar banget buat para mahasiswa -__- apalagi yang lagi skripsi). Itulah cerita yang gue dapat dari kaka kelas yang udah selesai pkl. Mulai dari sekarang kayaknya harus memikirkan mau apa dan gimana biar gk bingung nantinya.


33.     Kuliah lagi. Beberapa bulan lalu emang gue pernah kuliah di universitas yang berbeda dan mengambil jurusan akuntansi tapi jujur aja tugas gue seimbang banget di jurusan gue sekarang yaitu biologi. suatu waktu pernah bentrok di biologi ada field trip dan di akuntansi lagi ada ujian. Ini super galau soalnya dosen gue di jurusan akuntansi bilang mending telat daripada harus susulan, jleb dengernya. Akhirnya gue memilih field trip dan meninggalkan ujian. Selesai field trip gue langsung ngurusin surat buat ikut ujian susulan karena salah satu persyaratan ujian susulan adalah surat ijin. Suatu masalah terjadi, sebenernya ini bukan masalah tapi ujian buat gue. Pulang dari field trip, gue udah dapet 3 tugas soal akuntansi yang intinya lo harus ngerjain soal mulai dari persamaan akuntansi sampai laporan laba-rugi. Mati aja gue.. gak mati sih gue haha. Jujur aja gue gak paham dan yang bikin kesel itu, ketika jumlahnya gak sama. It’s a problem. Setelah gue begadang beberapa hari tetep aja gak selesai, gue hanya menyelesaikan sampai neraca saldo dan itu juga udah hebat banget, menurut gue. Orang yang basicnya dari awal ipa lalu beralih ke ips yang lo gk tau sama sekali bukankah itu hebat. Ya hebat banget menurut gue. Sekarang gue Cuma bisa berharap bisa wujudin itu lagi, mungkin gue akan mengambil managemen saja. Kalaupun semester 6 masih begitu entah kapan gue akan mengambil, hanya saja gue sedih kalau ngeliat orang tua yang masih pengen anaknya kuliah 2. Semoga aja bisa terwujud, entah kapan itu. aaamiiiin

Oke sekian dulu dari  gue, tunggu cerita selanjutnya.