Lyra Adelia adalah
seorang murid SMA Al-Azhar yang sekarang duduk di kelas XI. Adel adalah seorang
anak pengusaha percetakan, kehidupannya mewah dan selalu di manja oleh kedua
orang tuanya. Ia juga mempunyai teman-teman masa kecil yaitu Risti, Sasha dan
Tari dan rumah mereka tidak jauh dari rumah Adel hanya beda beberapa rumah
saja.
Ketika jaman
blackberry mulai booming, dimana-mana semua orang memakai blackberry. Adel juga
tidak mau kalah, lalu Adel meminta kepada mamanya untuk dibelikan blackberry “ma
aku mau beli bb? Biar bisa bbm-an sm temen-temen aku”, “iya del besok yaa kita
beli” jawab mama. “aku gak mau besok ma harus sekarang !” bantah Adel kepada
mamanya. “Iya nanti sore kita beli del” kata mama. Adel langsung pergi ke kamar
tanpa mengucapkan terima kasih.“Yeaaaaay” teriak Adel dalam hatinya karena
sudah mempunyai bb. Adel membeli bb tipe curve untuk hp pertamanya. Ia langsung
memamerkan kepada teman-temannya kalau sudah mempunyai bb.
Bukan hanya
tipe-tipe hp yang mengeluarkan merek-merek terbaru tetapi juga barang
elektronik lain seperti laptop, camera, tv dan lain-lain. Ketika SLR mulai
tren, Adel minta kepada mamanya untuk dibelikan SLR. Beberapa hari Adel dan
keluarganya pergi ke Taman Anggrek untuk beli SLR namun harganya masih mahal. Meskipun
Adel selalu mendapatkan apa yang dia inginkan namun mamanya tidak akan
membelikan jika harganya terlalu mahal yaa karena mamanya Adel itu pelit.
Meskipun pelit, namanya orang tua pasti akan selalu memberikan apa yang
diinginkan anaknya. Karena tidak mendapatkan SLR Adel terus saja merengek kalau
tidak dibelikan pasti dia akan marah kepada mamanya. Akhirnya mamanya menyuruh
omnya Adel untuk membelikan SLR. Karena omnya Adel sering membeli SLR dan
mempunyai tempat langganan. Dapatlah SLR lengkap dengan tempat untuk
menaruhnya.
..............................................................
Dua bulan setelah
itu laptop merek apple mulai tren. Namun Adel tidak puas dengan apa yang sudah dia
dapat. Dia juga meminta kepada mamanya untuk dibelikan laptop. Padahal dia
sudah punya laptop merek acer yang baru dibelinya sebulan lalu. Seperti biasa
Adel selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Dengan adanya laptop baru,
laptop yang lama tidak pernah dia gunakan hanya dipajang saja. Karena baginya
mengikuti tren merupakan hal yang wajib.
Semakin lama,
semakin banyak tipe-tipe blackberry baru keluar. Adel ingin mengganti bbnya
dengan merek terbaru, dia sudah mengganti hpnya sampai 3 kali. Tipe hpnya yang
ketiga adalah bb torch, karena rusak Adel meminta ganti kepada mamanya, padahal
hp itu sudah diservis. Pada saat ini tipe bb Dakota adalah merek keluaran
terbaru dengan harga yang(yaa tahulah).. Adel merengek untuk minta dibelikan bb
Dakota. Tidak salah kalau akhirnya Adel mendapatkan apa yang dia inginkan.
Liburan kenaikan
kelas Adel pergi ke Bali bersama keluarganya untuk mengunjungi tempat-tempat
wisata Bali. Mereka hanya 5 hari di sana. Setibanya di rumah Adel mengsms
teman-temannya (Risti, Sasha dan Tari)untuk datang ke rumahnya, dan mengajak
teman-temannya berfoto-foto bersama. Saat senja Adel mengsms teman-temannya
lagi untuk minta ditemani pergi ke dokter tanpa memberitahu ke dokter apa.
Mereka berangkat jam 7-an, dengan naik mobil jazz warna abu-abu metallic milik
Adel. Adel berada di depan kemudi, yang di sampingnya Risti dan yang berada di
belakang Sasha dan Tari.
Sampailah pada
tempat tujuan, ternyata yang dituju adalah dokter kecantikan. Selesai
konsultasi dan membeli beberapa vitamin mereka pulang. “Del berapa konsul sama
beli vitamin?” kata Risti, “Cuma 300 ribu doang ko, itu juga udah termasuk
murah, pernah pas gue ke dokter yang lain sampe 1 juta” jawab Adel.
Teman-temannya hanya terdiam mendengar jawabannya. Tanpa sepengetahuan Adel,
tempat duduk bagian belakang ada yang sedang berbisik-bisik “Tar ke dokter aja
sampe 1 juta, ngapain aja lagi?” Tanya Sasha. “Gak tau deh” jawab Tari ,lalu
mereka tertawa-tawa kecil dan menyudahi pembicaraan mereka. Mereka sudah biasa
dengan kebiasaan Adel yang sepeti itu.
Sepanjang
perjalanan pulang Adel hanya mengeluh pada dirinya “sumpah jijik gue ngeliat
muka gue, apalagi pas foto-foto”, “emang kenapa del?” kata salah satu temannya
yang duduk di samping Adel. “Itu muka gue keliatan banget jerawatan terus
merah-merah gitu. Pasti nih gara-gara pas di Bali gak pake sanblock terus kayak
kebakar gitu, pantes gue ngerasa panas banget di muka. Udah mana kata dokternya
muka gue kering terus gue gak boleh makan makanan berlemak harus sayur-sayuran
dan buah-buahan, terus gue juga disuruh datang lagi setelah 2 minggu”. “Yaudah
yang penting kan lu udah pergi kedokter ini” jawab Tari. Lalu hanya terdengar
alunan lagu dari DVD yang sedang diputar Adel.
Adel hanya
memikirkan untuk selalu menginginkan lebih dari yang orang lain punya. selalu
ingin jadi yang nomor 1 dan tidak ingin dikalahkan oleh siapapun dalam hal
apapun. Baginya uang itu bisa dia dapat dan dia habiskan dengan mudah.
Sampailah pada
suatu titik dimana papanya Adel mengalami kebangkrutan karena tidak adanya job
yang diterima perusahaan, perlahan-lahan pegawai yang tadinya banyak sekarang
berkurang menjadi 3 orang saja. Meskipun tidak sampai harus pindah dan tinggal
di tempat yang sempit(lebai banget haha). Sampai dimana Adel tidak bisa membeli
barang-barang seperti yang dia mau. Mamanya meminta Adel untuk berhemat dan
belajar bersyukur dengan apa yang dia punya. Awalnya memang terasa sulit untuk
Adel tapi lama-kelamaan semuanya bisa dia lewati. Disaat perusahaan mengalami
kebangkrutan, orang tua Adel berusaha untuk mencari cara bagaimana pun supaya
perusahaannya bisa mendapatkan job kembali. Akhirnya kembalilah perusahaan
mendapatkan job dan perusahaan bisa beroperasi seperti semula.