Ketika seseorang dihadapkan
dengan dua pilihan :
1. Memilih sesuai keinginan untuk
masa depan yang gak tau gimana
2. Mengikuti pilihan orang
lain yang udah jelas masa depannya
Andaikan memilih itu semudah
seseorang membalikkan telapak tangannya.
Jika aku dihadapkan dengan
pilihan itu, aku juga gak tau akan memilih apa. Pilihan no 1 itu mungkin sesuai
sama pilihanku tapi gimana sama masa depan? Pilihan no 2 bagus sih tp gak yang
sesuai dengan keinginan. Lalu gimana sama perasaan aku? Katanya memilih itu
harus sesuai sama keinginan....
Ketika seseorang diminta
oleh orang lain untuk menjadi yang terbaik. Apa seseorang itu sanggup bilang
tidak agar orang lain tak kecewa? Tidak. Aku yakin semua orang berusaha untuk
jadi yang terbaik hanya saja kemampuan tiap orang itu berbeda. Tapi orang lain
tidak tahu seberapa keras seseorang itu untuk wujudkan permintaan orang lain itu.
Meskipun harus jatuh bangun lewati itu semua, sampai harus menjatuhkan air mata
tanpa ada yang menghapus air matanya.
Ketika seseorang dihadapkan
dengan pertemuan dan perpisahan. Pertemuan merupakan sebuah awal untuk memulai
segala sesuatu. Sedangkan perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. Hanya saja
awal dari kisah cerita yang baru.Tapi setiap perpisahan itu terkadang susah
untuk diterima. Seseorang pernah memberitahuku “Jika seseorang pergi berarti
kamu cukup kuat untuk hidup tanpanya.” Aku pun bertanya kembali “Bagaimana kita
bisa tahu kalo kita cukup kuat?” Seseorang menjawab “Karena Allah gak akan
memberikan cobaan di luar batas kemampuannya seseorang.” Dan aku hanya bisa
diam mendengar jawabannya. Mungkin dia memang benar tapi prosesnya itu yang
agak sulit. Yang penting jangan bilang gak bisa kalau belum mencoba, dan jangan
menyerah sebelum berusaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar